Bendungan besar dengan air yang mengalir deras dari pintu pelimpah, simbol infrastruktur air yang vital tapi sering luput dari perhatian keamanan

Air Minum Belum Diakui sebagai Infrastruktur Kritis, Setidaknya oleh Indonesia Sendiri

Australia mewajibkan utilitas air melapor insiden siber kritis dalam 12 jam. Selandia Baru mengusulkan sanksi pidana sampai NZD 500 ribu untuk direktur perorangan bila air tidak dilindungi memadai. Payung hukum Infrastruktur Informasi Vital Indonesia sendiri, Perpres 82/2022, tidak mencantumkan air di antara delapan sektor yang diaturnya. Pelindungan yang ada hari ini baru kerja sama bilateral sukarela, bukan kewajiban yang berlaku otomatis.

21 Juli 2026, 21:20 WIB · 10 menit · 1970 kata · FD Iskandar
Deretan server di pusat data dengan kabel jaringan terorganisir rapi

Kenapa "Cukup Satu Kali Login" Itu Proyek Bertahun-Tahun di Perusahaan Besar

Perusahaan besar berbasis on-premise sering terjebak puluhan sistem login terpisah bertahun-tahun setelah single sign-on jadi standar industri, karena aplikasi lama memakai protokol autentikasi yang tidak dikenali sistem modern. Esai ini membedah trik reverse proxy yang menjembatani tanpa mengubah kode aplikasi lama, memetakan lanskap vendor (Microsoft, Ping Identity, Okta, IBM) versus jalur sumber terbuka Keycloak, dan menjelaskan kenapa migrasinya wajib bertahap per gelombang, bukan sekali gebrak.

13 Juli 2026, 20:53 WIB · 16 menit · 3208 kata · FD Iskandar
Pandangan udara instalasi tangki air berskala besar, menggambarkan skala infrastruktur yang dipertaruhkan dalam wacana konsolidasi BUMD air minum nasional

BUMN Air Minum Nasional: Sentralisasi atau Pengulangan Kesalahan?

Permen PU Nomor 6 Tahun 2026 membuka tiga opsi transformasi BUMD air minum: holding nasional, klaster regional, atau kontrak operasi. PP PERPAMSI sudah beraudiensi resmi dengan Ditjen Cipta Karya membahas opsi-opsi ini. NRW nasional masih sekitar 33 persen dan baru 46 persen BUMD mencapai full cost recovery, jadi status quo memang tidak berkelanjutan. Tapi ketiga proposal yang beredar sama-sama belum menjawab akuntabilitas lokal, status kepegawaian, dan valuasi aset. Sentralisasi tanpa jawaban atas ketiganya berisiko memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

12 Juli 2026, 21:00 WIB · 7 menit · 1433 kata · FD Iskandar
Air menetes pelan dari keran tua, menggambarkan biaya senyap dari penundaan yang berjalan bertahun-tahun

Tarif Air Tidak Naik Enam Belas Tahun, Saat Naik Diprotes: Siapa yang Salah?

Di Padang Panjang tarif air beku enam belas tahun sebelum akhirnya naik. Di Bontang, delapan tahun lalu melonjak sekitar 50 persen. Bukan karena tidak ada yang berani: karena keputusan struktural dibebankan ke pundak satu nama, sementara sanksi regulasinya jatuh ke pihak yang salah. Rumah tangga yang sama sudah satu dekade membayar listrik lewat formula penyesuaian otomatis. Air minum bisa meminjam mekanisme yang sama, dan jendela politiknya terbuka sekarang.

2 Juli 2026, 20:30 WIB · 9 menit · 1871 kata · FD Iskandar
Menara perkantoran kaca menjulang ke langit malam, melambangkan jarak antara kekuasaan di lantai atas dan kenyataan di bawahnya

Yang Terjaga di Lantai Empat Belas

Sains kognitif tentang bagaimana akal paling tajam memilih menjadi tumpul, dan bagaimana pembusukan sebuah negeri sebenarnya dimulai dari satu tanda tangan. Lantai empat belas gedung kementerian itu sunyi pada pukul delapan malam. Hanya ada dengung pendingin udara, dan satu lampu meja yang menyala. Di bawah cahayanya, di atas meja kayu mahoni, sebuah dokumen tergeletak: empat puluh enam halaman, dijepit rapi, sudut-sudutnya mulai menekuk karena terlalu sering dibuka lalu ditutup kembali. ...

28 Juni 2026, 21:30 WIB · 8 menit · 1511 kata · FD Iskandar
Laptop terbuka di atas meja kerja, menggambarkan batas tipis antara alat produktivitas dan beban kerja baru

AI Bukan KPI

Kalimat “kita sekarang perusahaan AI first” terdengar modern sampai ia berubah menjadi ancaman halus: pakai AI, atau terlihat tertinggal. Saya tidak sedang menulis dari posisi anti-AI. Itu terlalu mudah, dan menurut saya tidak akurat. AI bisa sangat berguna. Dalam penelitian NBER terhadap 5.179 agen layanan pelanggan, alat bantu percakapan berbasis AI menaikkan produktivitas rata-rata 14 persen, terutama untuk pekerja baru dan pekerja dengan keterampilan awal lebih rendah [1]. Jadi masalahnya bukan AI. ...

24 Mei 2026, 21:20 WIB · 8 menit · 1669 kata · FD Iskandar
Suasana aksi massa buruh di jalanan kota besar Indonesia, menggambarkan dinamika gerakan pekerja di era modern

Dua Wajah May Day 2026: Antara Panggung Istana dan Suara yang Tak Diundang

Tanggal 1 Mei 2026, Jakarta punya dua panggung. Panggung pertama: Monas. Presiden Prabowo naik podium, menjanjikan rumah murah buat pekerja, cicilan 40 tahun, bunga 5 persen. Satuan tugas anti-PHK dibentuk. Goodie bags berisi beras, gula, minyak goreng dibagikan aparat ke ribuan buruh, sebagian menempuh tujuh jam perjalanan dari Jawa Tengah. Musik, senyum, dan spanduk dukungan menghiasi lapangan. Panggung kedua: depan gedung DPR. Ribuan buruh dari Aliansi Gebrak Buruh dan Rakyat berbaris tanpa goodie bags. Mereka menolak hadir di Monas. Mereka membawa sepuluh tuntutan, dari perlindungan pekerja perempuan sampai penghentian kriminalisasi aktivis. Panggung mereka bukan podium presiden, melainkan mikrofon vokalis The Brandals, Eka Annash: “Meski kita buruh, tapi pajak kitalah yang membiayai program-program mudarat pemerintah.” ...

3 Mei 2026, 21:30 WIB · 7 menit · 1285 kata · FD Iskandar
Dial alat ukur tua yang buram dan berkarat, angkanya masih terbaca tapi tak lagi bisa dipercaya

Paradoks NRW: Mengapa Angka Kehilangan Air yang Rendah Belum Tentu Kabar Baik

Angka kehilangan air yang rendah hampir selalu dibaca sebagai prestasi. Padahal ada empat kondisi yang membuat angka rendah justru layak dicurigai: penekanan yang melewati titik ekonomisnya, manajemen tekanan yang memindahkan masalah, angka yang tidak pernah diaudit independen, dan kehilangan komersial yang tersembunyi di balik rata-rata. Catatan ini membedah keempatnya beserta cara mengujinya, karena angka yang bagus hanya berguna bila cara mengukurnya bisa dipercaya.

13 Januari 2026, 21:30 WIB · 5 menit · 961 kata · FD Iskandar
Dua petugas lapangan memperbaiki pipa air di bawah trotoar kota di Indonesia

Jebakan Digitalisasi NRW: Aplikasi Tidak Menambal Pipa

Pertanyaan “aplikasi apa yang paling bagus untuk menurunkan NRW?” punya jawaban yang mengecewakan: tidak ada. Aplikasi tidak menambal pipa; petugas lapangan yang menambal. Yang menentukan bukan kecanggihan sistemnya, melainkan apakah orang yang menemukan kebocoran dihargai atau dihukum. Tulisan ini membedah jebakan insentif itu, urutan yang benar antara pembenahan budaya dan pembelian teknologi, serta indikator awal yang layak dipantau jauh sebelum angka NRW bergerak.

8 Januari 2026, 21:31 WIB · 4 menit · 789 kata · FD Iskandar
Seorang operator duduk sendirian menghadap dinding penuh layar pemantauan yang menyala

Transformasi Digital Utilitas Air Indonesia: Yang Berhasil, yang Macet, dan Pembedanya

Cerita transformasi digital utilitas air Indonesia sering disajikan sebagai daftar teknologi: SCADA, IoT, smart meter, digital twin. Padahal kasus-kasus yang terdokumentasi publik menunjukkan pembeda yang lain. Tugu Tirta Malang menurunkan kehilangan air ke belasan persen lewat disiplin zona bertahun-tahun. PAM JAYA memasang target NRW 9 persen dengan pipanisasi besar-besaran. Cilegon menjadi tempat utilitas lain berguru. Tulisan ini membaca pola dari kasus-kasus itu: teknologi yang sama tersedia untuk semua, urutan kerjanya yang tidak.

3 Januari 2026, 22:43 WIB · 5 menit · 893 kata · FD Iskandar