Jebakan Digitalisasi NRW: Aplikasi Tidak Menambal Pipa

Pertanyaan “aplikasi apa yang paling bagus untuk menurunkan NRW?” punya jawaban yang mengecewakan: tidak ada. Aplikasi tidak menambal pipa; petugas lapangan yang menambal. Yang menentukan bukan kecanggihan sistemnya, melainkan apakah orang yang menemukan kebocoran dihargai atau dihukum. Tulisan ini membedah jebakan insentif itu, urutan yang benar antara pembenahan budaya dan pembelian teknologi, serta indikator awal yang layak dipantau jauh sebelum angka NRW bergerak.

8 Januari 2026, 21:31 WIB · 4 menit · 785 kata · Ferli Deni Iskandar

Transformasi Digital Utilitas Air Indonesia: Yang Berhasil, yang Macet, dan Pembedanya

Cerita transformasi digital utilitas air Indonesia sering disajikan sebagai daftar teknologi: SCADA, IoT, smart meter, digital twin. Padahal kasus-kasus yang terdokumentasi publik menunjukkan pembeda yang lain. Tugu Tirta Malang menurunkan kehilangan air ke belasan persen lewat disiplin zona bertahun-tahun. PAM JAYA memasang target NRW 9 persen dengan pipanisasi besar-besaran. Cilegon menjadi tempat utilitas lain berguru. Tulisan ini membaca pola dari kasus-kasus itu: teknologi yang sama tersedia untuk semua, urutan kerjanya yang tidak.

3 Januari 2026, 22:43 WIB · 5 menit · 943 kata · Ferli Deni Iskandar

Tren Industri Air Indonesia: Lima Arus yang Layak Dipantau

Ramalan teknologi biasanya salah pada waktunya tetapi benar pada arahnya. Alih-alih menebak perangkat apa yang populer, esai ini memantau lima tekanan struktural yang sudah bekerja: keuangan yang memaksa pembenahan tarif, digitalisasi yang memisahkan utilitas jadi dua kelas, regulasi data dan siber yang datang dari luar sektor, tekanan konsolidasi bagi utilitas kecil, dan perebutan talenta digital dengan sektor swasta.

2 Januari 2026, 20:03 WIB · 4 menit · 841 kata · Ferli Deni Iskandar

Tolok Ukur Kinerja Utilitas Air: Membaca Posisi Sendiri dari Data Publik

Banyak pengelola utilitas air bekerja dengan data internal semata, tanpa pembanding industri. Padahal pembandingnya diterbitkan setiap tahun: rata-rata kehilangan air nasional bertahan di kisaran 33-34 persen, baru sekitar 46 persen BUMD air minum mencapai tarif pemulihan biaya penuh, dan akses air minum aman baru 11,8 persen. Tulisan ini menyusun empat tolok ukur itu beserta cara memakainya: bukan untuk menghakimi, melainkan untuk tahu di mana posisi organisasi sebelum memutuskan apa yang dikejar lebih dulu.

28 Desember 2025, 21:29 WIB · 4 menit · 828 kata · Ferli Deni Iskandar

Peta Regulasi Utilitas Air Indonesia: Lima Lapis Kepatuhan yang Sering Terbaca Sebagian

Kepatuhan utilitas air sering dibaca sebagai satu urusan: izin dan baku mutu. Padahal regulasinya berlapis lima, dan dua lapis terbaru justru yang paling jarang disadari: pelindungan data pribadi dan keamanan siber infrastruktur vital. Peta ini menyusun kelimanya dalam satu halaman: apa yang diminta, siapa yang menegakkan, dan mana yang berlaku karena peran, bukan karena kepemilikan.

27 Desember 2025, 21:08 WIB · 5 menit · 1008 kata · Ferli Deni Iskandar

Masa Depan Air Indonesia: Paradoks Negeri yang Kaya Air

Indonesia termasuk negeri paling kaya air di dunia, tetapi akses air minum aman baru 11,8 persen dan sepertiga air yang diproduksi hilang sebelum menjadi tagihan. Paradoks itu bukan soal alam; ia soal infrastruktur, investasi, dan tata kelola. Esai ini membaca ke mana sektor ini bergerak satu-dua dekade ke depan, dan mengapa jawabannya diputuskan di ruang pengelolaan, bukan di langit.

26 Desember 2025, 21:43 WIB · 4 menit · 703 kata · Ferli Deni Iskandar