Air menetes pelan dari keran tua, menggambarkan biaya senyap dari penundaan yang berjalan bertahun-tahun

Tarif Air Tidak Naik Enam Belas Tahun, Saat Naik Diprotes: Siapa yang Salah?

Di Padang Panjang tarif air beku enam belas tahun sebelum akhirnya naik. Di Bontang, delapan tahun lalu melonjak sekitar 50 persen. Bukan karena tidak ada yang berani: karena keputusan struktural dibebankan ke pundak satu nama, sementara sanksi regulasinya jatuh ke pihak yang salah. Rumah tangga yang sama sudah satu dekade membayar listrik lewat formula penyesuaian otomatis. Air minum bisa meminjam mekanisme yang sama, dan jendela politiknya terbuka sekarang.

2 Juli 2026, 20:30 WIB · 9 menit · 1873 kata · FD Iskandar
Alat ukur tekanan tua di antara jaringan pipa dalam ruang mesin yang temaram

Tolok Ukur Kinerja Utilitas Air: Membaca Posisi Sendiri dari Data Publik

Banyak pengelola utilitas air bekerja dengan data internal semata, tanpa pembanding industri. Padahal pembandingnya diterbitkan setiap tahun: rata-rata kehilangan air nasional bertahan di kisaran 33-34 persen, baru sekitar 46 persen BUMD air minum mencapai tarif pemulihan biaya penuh, dan akses air minum aman baru 11,8 persen. Tulisan ini menyusun empat tolok ukur itu beserta cara memakainya: bukan untuk menghakimi, melainkan untuk tahu di mana posisi kita sebelum memutuskan apa yang dikejar lebih dulu.

28 Desember 2025, 21:29 WIB · 4 menit · 776 kata · FD Iskandar
Tumpukan buku dan dokumen tua yang berlapis-lapis, menggambarkan regulasi yang menumpuk lapis demi lapis

Peta Regulasi Utilitas Air Indonesia: Lima Lapis Kepatuhan yang Sering Terbaca Sebagian

Kepatuhan utilitas air sering dibaca sebagai satu urusan: izin dan baku mutu. Padahal regulasinya berlapis lima, dan dua lapis terbaru justru yang paling jarang disadari: pelindungan data pribadi dan keamanan siber infrastruktur vital. Peta ini menyusun kelimanya dalam satu halaman: apa yang diminta, siapa yang menegakkan, dan mana yang berlaku karena peran, bukan karena kepemilikan.

27 Desember 2025, 21:08 WIB · 5 menit · 943 kata · FD Iskandar