Jam pasir dengan pasir yang masih mengalir di atas latar hitam, menggambarkan waktu yang dibutuhkan sebelum keputusan besar diambil

Konsultan yang Dibayar untuk Bilang Belum Siap: Jenis yang Paling Langka di Industri Air Indonesia

Bayangkan dua proposal konsultan ada di meja direksi sebuah PDAM minggu ini. Proposal pertama tebal dan tegas. Ada peta jalan tiga tahun, delapan fase, target penurunan NRW dari 35 persen ke 20 persen, dan dasbor purwarupa yang sudah bisa diklik-klik saat presentasi. Timeline dimulai bulan depan. Proposal kedua lebih tipis, dan lebih tidak enak dibaca. Isinya cuma satu permintaan: tiga bulan pertama dipakai untuk memastikan di mana sebenarnya posisi organisasi ini sekarang, sebelum satu rupiah pun dibicarakan untuk fase berikutnya. Tidak ada janji angka. Tidak ada dasbor purwarupa. ...

3 Agustus 2026, 21:15 WIB · 11 menit · 2159 kata · FD Iskandar
Pandangan udara instalasi tangki air berskala besar, menggambarkan skala infrastruktur yang dipertaruhkan dalam wacana konsolidasi BUMD air minum nasional

BUMN Air Minum Nasional: Sentralisasi atau Pengulangan Kesalahan?

Permen PU Nomor 6 Tahun 2026 membuka tiga opsi transformasi BUMD air minum: holding nasional, klaster regional, atau kontrak operasi. PP PERPAMSI sudah beraudiensi resmi dengan Ditjen Cipta Karya membahas opsi-opsi ini. NRW nasional masih sekitar 33 persen dan baru 46 persen BUMD mencapai full cost recovery, jadi status quo memang tidak berkelanjutan. Tapi ketiga proposal yang beredar sama-sama belum menjawab akuntabilitas lokal, status kepegawaian, dan valuasi aset. Sentralisasi tanpa jawaban atas ketiganya berisiko memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

12 Juli 2026, 21:00 WIB · 7 menit · 1433 kata · FD Iskandar
Air menetes pelan dari keran tua, menggambarkan biaya senyap dari penundaan yang berjalan bertahun-tahun

Tarif Air Tidak Naik Enam Belas Tahun, Saat Naik Diprotes: Siapa yang Salah?

Di Padang Panjang tarif air beku enam belas tahun sebelum akhirnya naik. Di Bontang, delapan tahun lalu melonjak sekitar 50 persen. Bukan karena tidak ada yang berani: karena keputusan struktural dibebankan ke pundak satu nama, sementara sanksi regulasinya jatuh ke pihak yang salah. Rumah tangga yang sama sudah satu dekade membayar listrik lewat formula penyesuaian otomatis. Air minum bisa meminjam mekanisme yang sama, dan jendela politiknya terbuka sekarang.

2 Juli 2026, 20:30 WIB · 9 menit · 1871 kata · FD Iskandar
Alat ukur tekanan tua di antara jaringan pipa dalam ruang mesin yang temaram

Tolok Ukur Kinerja Utilitas Air: Membaca Posisi Sendiri dari Data Publik

Banyak pengelola utilitas air bekerja dengan data internal semata, tanpa pembanding industri. Padahal pembandingnya diterbitkan setiap tahun: rata-rata kehilangan air nasional bertahan di kisaran 33-34 persen, baru sekitar 46 persen BUMD air minum mencapai tarif pemulihan biaya penuh, dan akses air minum aman baru 11,8 persen. Tulisan ini menyusun empat tolok ukur itu beserta cara memakainya: bukan untuk menghakimi, melainkan untuk tahu di mana posisi organisasi sebelum memutuskan apa yang dikejar lebih dulu.

28 Desember 2025, 21:29 WIB · 4 menit · 752 kata · FD Iskandar
Tumpukan buku dan dokumen tua yang berlapis-lapis, menggambarkan regulasi yang menumpuk lapis demi lapis

Peta Regulasi Utilitas Air Indonesia: Lima Lapis Kepatuhan yang Sering Terbaca Sebagian

Kepatuhan utilitas air sering dibaca sebagai satu urusan: izin dan baku mutu. Padahal regulasinya berlapis lima, dan dua lapis terbaru justru yang paling jarang disadari: pelindungan data pribadi dan keamanan siber infrastruktur vital. Peta ini menyusun kelimanya dalam satu halaman: apa yang diminta, siapa yang menegakkan, dan mana yang berlaku karena peran, bukan karena kepemilikan.

27 Desember 2025, 21:08 WIB · 5 menit · 1005 kata · FD Iskandar