Laptop terbuka di atas meja kerja, menggambarkan batas tipis antara alat produktivitas dan beban kerja baru

AI Bukan KPI

Kalimat “kita sekarang perusahaan AI first” terdengar modern sampai ia berubah menjadi ancaman halus: pakai AI, atau terlihat tertinggal. Saya tidak sedang menulis dari posisi anti-AI. Itu terlalu mudah, dan menurut saya tidak akurat. AI bisa sangat berguna. Dalam penelitian NBER terhadap 5.179 agen layanan pelanggan, alat bantu percakapan berbasis AI menaikkan produktivitas rata-rata 14 persen, terutama untuk pekerja baru dan pekerja dengan keterampilan awal lebih rendah [1]. Jadi masalahnya bukan AI. ...

24 Mei 2026, 21:20 WIB · 8 menit · 1672 kata · FD Iskandar
Seseorang bekerja dengan laptop di dekat jendela, menggambarkan ambiguitas antara kerja, kebebasan, dan kebutuhan hidup

Kenapa Kita Sebenarnya Butuh Pekerjaan?

Banyak orang bilang manusia butuh pekerjaan. Kalimat itu terdengar wajar sampai kita bertanya lebih keras: apakah yang kita butuhkan benar-benar pekerjaan, atau hal-hal yang biasanya diberikan oleh pekerjaan? Pertanyaan ini penting karena banyak orang tidak mencintai pekerjaannya. Mereka mencintai gajinya. Mereka mencintai turunnya kecemasan ketika uang masuk pada tanggal tertentu. Mereka mencintai kemampuan membayar rumah, makanan, sekolah anak, kesehatan, cicilan, dan sedikit ruang bernapas. Yang sering dibenci bukan kerja produktif. Yang sering dibenci adalah kehilangan kendali atas waktu, politik organisasi, rapat yang tidak jelas, tanggung jawab tanpa kewenangan, dan rasa harus terus membuktikan diri kepada orang yang belum tentu memahami nilai kerja kita. ...

2 Mei 2026, 21:12 WIB · 10 menit · 1994 kata · FD Iskandar