Pipa dan infrastruktur air dengan latar industrial

Smart Meter dan Jebakan Organisasi: Mengapa Teknologi Saja Tak Menurunkan NRW

Bayangkan skenario ini. Sebuah PDAM membeli 5.000 smart meter. Nilai kontrak: Rp 2,5 miliar. Pemasok memasang, mengonfigurasi dasbor, memberikan pelatihan dua hari. Manajemen puas. Dasbor menyala: grafik warna-warni, garis tren, peta tekanan. “Kami sekarang 4.0,” kata Direktur Utama di rapat koordinasi dengan Bupati. Enam bulan kemudian: Dasbor masih menyala. Tidak ada yang membukanya. smart meter mengirim data setiap 15 menit. 5.000 × 96 pembacaan/hari = 480.000 titik data per hari. Tidak ada yang menganalisis. Alarm kebocoran berbunyi 47 kali di minggu pertama. Operator kewalahan. Alarm dimatikan. Data tekanan menunjukkan anomali di Zona C. Tidak ada yang menghubungkan dengan laporan warga tentang air keruh. Laporan NRW triwulan tetap dibuat manual dari Excel, seperti biasa. PDAM ini tidak sendirian. Ini pola. ...

1 Mei 2026, 21:00 WIB · 9 menit · 1738 kata · FD Iskandar
Aerial view kota Jakarta, kepadatan urban yang menjadi tantangan distribusi air bersih

Masalah NRW Indonesia 2026: Mengapa Target 20% RPJMN Sulit Tercapai dan Apa yang Harus Berubah

Non-Revenue Water (NRW) adalah air yang sudah diproduksi PDAM tapi tidak menghasilkan pendapatan: bocor di pipa, dicuri, salah meter, atau dipakai tanpa tagihan [1]. Untuk Indonesia, ini bukan hanya soal pipa. Berdasarkan data resmi BPPSPAM dan PERPAMSI, tingkat kehilangan air nasional praktis stagnan di kisaran 33-34% selama satu dekade terakhir [13][14][15]. Target RPJMN 2020-2024 sebesar 25% tidak tercapai; angka aktual 2024 = 33,9%. RPJMN 2025-2029 sekarang mendorong angka ke 20% atau lebih rendah. ...

29 April 2026, 20:50 WIB · 18 menit · 3747 kata · FD Iskandar