Masalah NRW Indonesia 2026: Mengapa Target 20% RPJMN Sulit Tercapai dan Apa yang Harus Berubah
Non-Revenue Water (NRW) adalah air yang sudah diproduksi PDAM tapi tidak menghasilkan pendapatan: bocor di pipa, dicuri, salah meter, atau dipakai tanpa tagihan [1]. Untuk Indonesia, ini bukan hanya soal pipa. Pada 2022, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut tingkat kehilangan air rata-rata masih 40% [2]. Target nasional yang dipatok pemerintah adalah 25% pada 2024, dan target itu tidak tercapai. Kini RPJMN 2025-2029 mendorong angka ke 20% [3]. Untuk skala persoalan: secara global, 126 miliar m³ air hilang per tahun. Nilainya setara USD 39-41 miliar, sekitar Rp 630 triliun (estimasi awal World Bank 2006 sekitar USD 14 miliar; angka direvisi naik di Liemberger-Wyatt 2018 mengikuti perubahan biaya produksi global) [3][6]. Dari jumlah itu, lebih dari sepertiga terjadi di negara berkembang [6]. Indonesia dengan 32% rata-rata nasional adalah penyumbang tidak kecil. Setiap 1 poin persentase penurunan NRW di Indonesia secara teoretis menghemat ratusan miliar rupiah biaya produksi air per tahun. Uang yang tidak hilang bisa dipakai untuk perluasan jaringan ke wilayah belum terlayani. ...