Aerial view kota Jakarta, kepadatan urban yang menjadi tantangan distribusi air bersih

Masalah NRW Indonesia 2026: Mengapa Target 20% RPJMN Sulit Tercapai dan Apa yang Harus Berubah

Catatan Konteks Historis: Tulisan/portofolio ini berasal dari fase awal eksplorasi saya yang berfokus pada infrastruktur kritis (utilitas air). Meskipun studi kasusnya bersifat sektoral, prinsip Systems Architecture, Tata Kelola IT (GRC), dan Resiliensi yang diuji di sini dirancang untuk relevan secara universal dengan lanskap Teknologi Informasi modern. Non-Revenue Water (NRW) adalah air yang sudah diproduksi PDAM tapi tidak menghasilkan pendapatan: bocor di pipa, dicuri, salah meter, atau dipakai tanpa tagihan [1]. Untuk Indonesia, ini bukan hanya soal pipa. Berdasarkan data resmi BPPSPAM dan PERPAMSI, tingkat kehilangan air nasional praktis stagnan di kisaran 33-34% selama satu dekade terakhir [13][14][15]. Target RPJMN 2020-2024 sebesar 25% tidak tercapai; angka aktual 2024 = 33,9%. RPJMN 2025-2029 sekarang mendorong angka ke 20% atau lebih rendah. ...

29 April 2026, 20:50 WIB · 18 menit · 3794 kata · FD Iskandar