Ringkasan Eksekutif
Industri utilitas air global sedang menjalani metamorfosis fundamental, beralih dari pengelolaan infrastruktur berbasis tenaga kerja manual dan sistem terisolasi menuju paradigma digital yang terintegrasi penuh, yang sering disebut sebagai “Water 4.0”. Inti dari transformasi ini adalah konvergensi antara Teknologi Operasional (OT)—perangkat keras dan lunak yang memantau dan mengendalikan proses fisik—dan Teknologi Informasi (IT)—sistem yang mengelola data untuk pengambilan keputusan bisnis. Laporan ini menyajikan analisis mendalam mengenai topik-topik krusial dalam konvergensi OT/IT di sektor utilitas air, dengan fokus khusus pada arsitektur teknis, manfaat operasional, imperatif keamanan siber, serta lanskap implementasi yang unik di Indonesia.
Analisis ini mengungkapkan bahwa integrasi sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) membuka nilai tambah yang signifikan dalam pengurangan Non-Revenue Water (NRW) dan pemeliharaan prediktif. Namun, pergeseran ini juga memperkenalkan risiko keamanan siber yang mendalam seiring runtuhnya batas fisik (“air gap”) antara jaringan kontrol industri dan internet. Dalam konteks Indonesia, studi kasus dari berbagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perumda—seperti Perumda Tirta Kerta Raharja, Perumda AM Padang, dan PAM JAYA—menunjukkan adopsi teknologi yang beragam, mulai dari pilot project Internet of Things (IoT) yang canggih hingga tantangan mendasar dalam modernisasi infrastruktur warisan. Laporan ini menyimpulkan bahwa keberhasilan konvergensi bukan sekadar masalah pengadaan teknologi, melainkan sangat bergantung pada manajemen perubahan organisasi, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), dan penerapan standar tata kelola yang ketat seperti ISO 27001 dan ISO 37001.
Bab 1: Pergeseran Paradigma: Mendefinisikan Ulang Konvergensi OT/IT dalam Konteks Utilitas Air
1.1 Dikotomi Historis: IT dan OT sebagai Domain Terpisah
Secara historis, utilitas air beroperasi dengan demarkasi yang tegas antara IT dan OT. Pemisahan ini bukan sekadar struktur organisasi, melainkan berakar pada perbedaan fundamental dalam tujuan, teknologi, dan budaya operasional yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Teknologi Operasional (OT) dalam sektor air mencakup sistem yang bertanggung jawab atas pemantauan langsung dan pengendalian perangkat fisik. Ini meliputi pompa, katup (valve), unit dosis bahan kimia, dan sensor yang mengelola proses pengolahan air, jaringan distribusi, dan manajemen limbah. Mandat utama OT adalah ketersediaan (availability), keandalan (reliability), dan keselamatan (safety). Kegagalan pada sistem OT dapat berakibat fatal secara fisik, seperti luapan reservoir, pembuangan limbah yang tidak terolah, atau terhentinya pasokan air ke kota—konsekuensi yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Teknologi seperti Programmable Logic Controllers (PLC), Remote Terminal Units (RTU), dan sistem SCADA dirancang untuk masa pakai yang panjang (15-20 tahun), determinisme waktu nyata (real-time determinism), dan isolasi dari jaringan eksternal.
Sebaliknya, Teknologi Informasi (IT) berkaitan dengan penggunaan komputer, jaringan, dan perangkat lunak untuk mengelola dan memproses data guna pengambilan keputusan bisnis. Dalam utilitas air, IT mencakup sistem analitik data, manajemen pelanggan (Customer Relationship Management - CRM), penagihan (billing), kepatuhan regulasi, dan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Prioritas utama IT biasanya adalah kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan kecepatan pemrosesan informasi. Sistem IT beroperasi pada siklus hidup yang jauh lebih pendek (3-5 tahun) dibandingkan OT dan secara inheren dirancang untuk konektivitas luas dan aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar.
Konsep “Air Gap”—isolasi fisik jaringan OT dari jaringan IT dan internet—telah lama menjadi model keamanan standar. Namun, tuntutan efisiensi operasional dan wawasan berbasis data telah membuat model isolasi total ini menjadi usang. Manajemen air modern menuntut agar data dari pompa (OT) dapat dianalisis secara finansial dalam sistem penagihan (IT) dan disajikan kepada pelanggan melalui aplikasi seluler (IT) secara real-time. Hal ini menuntut adanya aliran informasi yang mulus antara dua dunia yang sebelumnya terpisah ini.
1.2 Pendorong Strategis Konvergensi
Tekanan untuk mengonvergensikan kedua domain ini didorong oleh sejumlah faktor makroekonomi, operasional, dan regulasi yang saling terkait:
- Efisiensi Operasional dan Pengurangan Biaya: Dengan menghubungkan peralatan produksi ke sistem bisnis, utilitas dapat mencapai visibilitas real-time terhadap operasi. Ini memungkinkan optimalisasi penggunaan energi, misalnya dengan menjalankan pompa pada jam tarif listrik rendah, atau mengatur dosis bahan kimia berdasarkan data kualitas air waktu nyata alih-alih jadwal tetap. Integrasi ini mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak terduga.
- Manajemen Data dan Pengambilan Keputusan: Konvergensi memungkinkan pertukaran data dua arah (bidirectional) antara domain yang terisolasi. Data dari sensor IoT dan SCADA dapat ditarik ke dalam platform Big Data untuk analisis mendalam. Utilitas dapat memanfaatkan data dari berbagai sumber, seperti sensor tekanan dan umpan balik pelanggan, untuk mengoptimalkan distribusi air dan alokasi sumber daya.
- Kepatuhan Regulasi dan Pelaporan: Industri air sangat diatur dengan persyaratan kepatuhan yang ketat terkait kualitas air dan lingkungan. Konvergensi IT/OT menyederhanakan proses pengumpulan data untuk pelaporan regulasi (misalnya, ke Kementerian Lingkungan Hidup atau BSSN). Alat pelaporan otomatis dapat menarik data langsung dari sejarawan (historian) SCADA, memastikan akurasi, mengurangi risiko kesalahan manusia, dan menjamin transparansi.
- Peningkatan Layanan Pelanggan: Konsumen air modern menuntut transparansi. Konvergensi memungkinkan utilitas untuk menyediakan data penggunaan real-time, peringatan kebocoran dini, dan estimasi tagihan kepada pelanggan. Hal ini mengubah hubungan utilitas-pelanggan dari transaksi bulanan menjadi kemitraan berkelanjutan.
- Keberlanjutan dan Ketahanan Iklim: Di tengah kelangkaan air dan variabilitas iklim, utilitas harus mengelola sumber daya dengan presisi ekstrem. Integrasi IT/OT memungkinkan pelacakan penggunaan air, konsumsi energi, dan jejak karbon secara akurat, memfasilitasi model operasional yang lebih berkelanjutan.
1.3 Definisi Akademis dan Praktis
Dari perspektif akademis, konvergensi OT/IT didefinisikan sebagai “asimilasi holistik dan dua arah” dari sistem teknologi operasional dengan infrastruktur teknologi informasi. Ini bukan sekadar latihan pengkabelan teknis, melainkan penyelarasan strategis. Konvergensi ini meruntuhkan silo data melalui dua aliran utama:
- Komunikasi Arah Selatan (Southbound): Sistem IT mengirimkan perintah, jadwal, atau parameter ke perangkat OT (misalnya, sistem ERP memicu perintah kerja yang menyesuaikan setpoint katup berdasarkan prediksi permintaan).
- Komunikasi Arah Utara (Northbound): Perangkat OT mengirimkan pembaruan status, peringatan, dan pembacaan sensor ke lapisan IT untuk analitik (misalnya, meteran aliran melaporkan data ke algoritma deteksi kebocoran berbasis cloud).
Aliran dua arah ini menciptakan “Lingkungan Terpadu” di mana pengambilan keputusan tidak lagi didasarkan pada data basi dari pembacaan manual bulanan, melainkan pada denyut nadi jaringan infrastruktur sebagaimana adanya saat ini.
Bab 2: Pilar Teknologi Utilitas Terkonvergensi
Realisasi konvergensi OT/IT bergantung pada serangkaian teknologi canggih yang menjembatani kesenjangan fisik dan digital. Teknologi ini membentuk tulang punggung infrastruktur air modern.
2.1 Evolusi Sistem SCADA: Dari Monolitik ke Universal
Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) tetap menjadi sistem saraf pusat utilitas air. Namun, arsitektur SCADA modern sedang mengalami transformasi radikal dibandingkan pendahulunya.
SCADA Warisan (Legacy): Secara tradisional, sistem SCADA bersifat monolitik, terisolasi di ruang kendali (on-premise), dan menggunakan protokol komunikasi tertutup (proprietary). Data sering kali terkunci di dalam ruang kendali dan tidak dapat diakses oleh manajemen tingkat atas atau sistem bisnis lainnya.
SCADA Generasi Berikutnya (Next-Gen): Platform SCADA modern, seperti GENESIS64 dari Mitsubishi Electric atau solusi serupa yang diadopsi oleh PDAM maju, dirancang untuk “Konektivitas Universal”. Karakteristik kuncinya meliputi:
- Integrasi IoT: Kemampuan untuk menyerap data (ingest) tidak hanya dari RTU berkabel tradisional tetapi juga dari ribuan sensor IoT nirkabel yang tersebar di seluruh jaringan distribusi.
- Arsitektur Cloud dan Edge Hybrid: Logika kontrol kritis tetap berada di Edge (pada PLC atau RTU) untuk menjamin latensi rendah dan keamanan operasional, sementara analitik data berat dan penyimpanan historis dipindahkan ke Cloud untuk skalabilitas tak terbatas.
- Akses Mobilitas: Memungkinkan operator dan manajer untuk melihat status sistem, mengakui alarm, dan memantau kinerja dari perangkat seluler yang aman. Ini memisahkan operasi dari ketergantungan fisik pada ruang kendali pusat.
Sebagai contoh implementasi nyata di Indonesia, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang telah mengimplementasikan sistem SCADA di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sitanala. Sistem ini memungkinkan pemantauan elektronik terhadap proses pengolahan air baku, perpompaan, dan distribusi. Dengan kapasitas 500 liter per detik, sistem ini memungkinkan operator untuk mengevaluasi data debit dan tekanan secara real-time serta mengoperasikan instalasi secara remote (jarak jauh). Data tersimpan secara historis (per jam, hari, bulan), memungkinkan evaluasi distribusi yang akurat dan responsif terhadap perubahan permintaan.
2.2 Infrastruktur Metering Cerdas (AMI) dan Protokol IoT
Transisi dari pembacaan meter manual ke Smart Metering atau Advanced Metering Infrastructure (AMI) adalah salah satu manifestasi paling nyata dari konvergensi IT/OT. Meteran air tidak lagi sekadar “mesin kasir” (alat penagihan), tetapi berubah menjadi “sensor cerdas” yang memberikan data operasional.
Standar Konektivitas: LoRaWAN vs. NB-IoT Dua teknologi komunikasi utama mendominasi lanskap air cerdas, masing-masing dengan implikasi arsitektur yang berbeda. Pemilihan antara keduanya sering kali bergantung pada topografi wilayah dan ketersediaan jaringan seluler.
| Fitur | LoRaWAN (Long Range Wide Area Network) | NB-IoT (Narrowband IoT) |
|---|---|---|
| Spektrum Frekuensi | Unlicensed (Pita ISM, misal 923 MHz di Asia/Indonesia) | Licensed (Pita seluler, misal LTE Cat NB) |
| Model Penggelaran | Jaringan Privat (Utilitas memiliki gateway sendiri) atau Publik | Jaringan Publik (Bergantung pada cakupan operator Telco) |
| Konsumsi Daya | Sangat rendah (Masa pakai baterai 10+ tahun) | Rendah, namun sedikit lebih tinggi dari LoRaWAN pada mode tertentu |
| Penetrasi Sinyal | Baik, namun bergantung pada densitas gateway | Sangat baik untuk penetrasi dalam ruangan/bawah tanah (deep indoor) |
| Kasus Penggunaan | Jaringan pedesaan terdistribusi, jaringan privat utilitas | Area perkotaan dengan cakupan seluler kuat |
| Referensi Teknis | 14 | 16 |
Teknologi Studi Kasus: Antares dan NB-IoT di Padang Perumda Air Minum (AM) Kota Padang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia untuk mengimplementasikan solusi Smart Water Meter. Solusi ini memanfaatkan platform IoT Antares milik Telkom. Keunikan dari implementasi ini adalah penggunaan Smart Water Meter with Valve (Meteran Air Cerdas dengan Katup). Integrasi katup ini memindahkan perangkat dari sekadar sensor pasif (pengumpul data IT) menjadi titik kontrol OT aktif. Utilitas dapat menutup aliran air secara remote untuk kasus tunggakan pembayaran atau pengendalian kebocoran, sebuah konvergensi langsung antara logika bisnis (status penagihan) dan kontrol fisik (aktuasi katup).
Spesifikasi Teknis Meter Cerdas: Meter air cerdas standar di kelas ini (baik varian LoRaWAN maupun NB-IoT) umumnya memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut untuk mendukung operasi jangka panjang:
- Metrologi: Pengukuran berbasis Multi-jet atau Ultrasonic (tanpa bagian bergerak yang rentan aus) untuk akurasi tinggi.
- Alarm Cerdas: Kemampuan mendeteksi Kebocoran (aliran terus-menerus), Aliran Balik (Reverse flow - indikasi manipulasi/tampering), Pipa Kering (Dry pipe - indikasi pipa pecah), dan Baterai Lemah.
- Resolusi Data: Pengiriman data ke platform cloud dilakukan setiap 1, 6, 12, atau 24 jam, namun perangkat mampu mencatat data interval (logger) setiap jam atau 15 menit secara internal untuk analisis pola konsumsi.
2.3 Digital Twin dan Pemodelan Hidrolik Dinamis
Digital Twin atau Kembaran Digital adalah representasi virtual dinamis dari sistem air fisik. Ini melampaui model 3D statis (BIM) atau model hidrolik konvensional (seperti EPANET) dengan mengintegrasikan data real-time dari lapisan SCADA dan IoT.
Mekanisme Umpan Balik (Feedback Loop):
- Aset Fisik: Sebuah pompa beroperasi di lapangan.
- Sensor: Sensor getaran, suhu, dan aliran menangkap data kinerja aktual.
- Transmisi Data: Data dikirim melalui jaringan OT ke cloud IT.
- Digital Twin: Model memperbarui status virtual pompa tersebut.
- Simulasi/AI: Sistem mensimulasikan kondisi masa depan dan memprediksi bahwa pompa akan gagal dalam 3 minggu berdasarkan tanda tangan getaran (vibration signature).
- Tindakan: Sistem secara otomatis menjadwalkan pemeliharaan di sistem ERP/CMMS (Computerized Maintenance Management System).
Dalam konteks utilitas di Indonesia, teknologi pemindaian laser 3D (LiDAR) mulai digunakan untuk membuat Digital Twin fasilitas fisik. Pemindaian ini menghasilkan kumpulan data as-built (point cloud) dengan akurasi 2-4mm. Hal ini memungkinkan utilitas untuk merencanakan peningkatan infrastruktur dan menghindari bentrokan (clashes) dalam jaringan pipa sebelum konstruksi fisik dimulai, menghemat biaya dan waktu secara signifikan.
Perencanaan Induk Dinamis (Dynamic Master Planning): Digital Twin memungkinkan pergeseran dari perencanaan induk statis (yang diperbarui setiap 5-10 tahun) ke perencanaan dinamis. Rencana dinamis diperbarui terus-menerus berdasarkan data permintaan real-time, data iklim, dan kondisi aset. Seperti yang diterapkan oleh Houston Water, pendekatan ini memungkinkan prioritas penggantian pipa berdasarkan model prediksi kegagalan, bukan hanya berdasarkan usia aset. Pendekatan serupa sangat relevan bagi PDAM di Indonesia yang menghadapi tantangan infrastruktur menua.
Bab 3: Analisis Data dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Operasi Air
Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin (ML) bertindak sebagai “otak” yang duduk di atas danau data (data lake) IT/OT yang terkonvergensi. Di utilitas air, agen AI mentransformasi operasi dari reaktif menjadi prediktif dan preskriptif.
3.1 Deteksi Anomali Berkelanjutan dan Prediksi Permintaan
Sistem SCADA tradisional mengandalkan ambang batas alarm tetap (misalnya, “Tekanan Tinggi” jika > 5 bar). AI mengubah paradigma ini dengan mempelajari pola perilaku normal aset.
- Deteksi Anomali: AI mempelajari pola diurnal tekanan di zona tertentu. Ia dapat menandai penyimpangan halus yang mungkin terlewatkan oleh operator manusia—seperti penurunan tekanan kecil di malam hari yang konsisten—sebagai indikator awal kebocoran atau pipa pecah (burst precursor).
- Prakiraan Permintaan: Menggunakan jaringan syaraf tiruan (Neural Networks), sistem dapat memprediksi permintaan air jam demi jam dengan mempertimbangkan faktor cuaca, musim, dan data historis. Ini memungkinkan optimalisasi operasi pompa dan reservoir balancing.
3.2 Pemeliharaan Prediktif (Predictive Maintenance)
Dengan mengorelasikan data arus listrik (current draw), getaran, waktu operasi, dan suhu, agen AI dapat memperkirakan Sisa Masa Pakai (Remaining Useful Life - RUL) dari aset kritis seperti pompa dan blower. Ini memindahkan strategi pemeliharaan dari “Run-to-Failure” (jalankan sampai rusak) atau “Time-Based” (berdasarkan kalender) menjadi “Condition-Based” (berdasarkan kondisi aktual). Hal ini mengurangi downtime tak terduga dan memperpanjang umur aset.
3.3 Visi Komputer untuk Digitalisasi Meter Analog (Retrofit AI)
Salah satu tantangan terbesar di Indonesia adalah biaya penggantian jutaan meteran air analog menjadi smart meter. Riset yang dilakukan di Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR), Kabupaten Tangerang, menawarkan solusi jembatan yang inovatif. Penelitian ini mengembangkan sistem pembacaan meter otomatis menggunakan algoritma YOLOv9 (You Only Look Once version 9) yang diimplementasikan pada mikrokontroler. Sistem ini menggunakan kamera murah untuk memotret meteran analog dan menggunakan AI untuk membaca angka (“digit recognition”) dari gambar tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan akurasi model mencapai 99,91%, presisi 91,16%, dan recall 91,04%. Pendekatan “retro-fit” ini memungkinkan utilitas untuk mendigitalkan pengumpulan data tanpa investasi CAPEX masif untuk mengganti seluruh infrastruktur meter fisik.
Bab 4: Nilai Operasional: Efisiensi dan Pengurangan NRW
Konvergensi IT dan OT bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membuka nilai operasional spesifik. Nilai yang paling signifikan dan mendesak di sektor air, khususnya di Indonesia, adalah pengurangan Non-Revenue Water (NRW).
4.1 Strategi Pengurangan Non-Revenue Water (NRW)
NRW—air yang diproduksi namun hilang sebelum menghasilkan pendapatan—adalah beban finansial utama bagi PDAM, seringkali melebihi 30-40% di banyak daerah. Konvergensi IT/OT menyerang NRW melalui tiga vektor utama:
- Deteksi Kebocoran Aktif (Kehilangan Fisik): Sensor akustik IoT yang dipasang pada pipa “mendengarkan” suara air yang keluar. Perangkat OT ini mengirimkan file suara atau data frekuensi ke platform cloud (IT). Algoritma kemudian menganalisis suara tersebut untuk menentukan lokasi kebocoran, menyaring kebisingan latar belakang seperti lalu lintas. Teknologi ini memungkinkan kru perbaikan untuk menargetkan segmen pipa tertentu alih-alih melakukan patroli acak yang tidak efisien.
- Manajemen Tekanan Cerdas (Kehilangan Fisik): Tekanan tinggi adalah penyebab utama pecahnya pipa dan kebocoran latar belakang (background leakage). Sistem terkonvergensi memanfaatkan “Manajemen Tekanan Lanjut”. Sebuah pengontrol pada Pressure Reducing Valve (PRV) menerima data tekanan real-time dari titik kritis (titik dengan tekanan terendah di zona tersebut). Pengontrol kemudian secara dinamis menyesuaikan tekanan keluaran PRV untuk menjaga tekanan titik kritis tetap stabil pada tingkat minimal yang dapat diterima, mengurangi stres pada pipa. Ini memerlukan loop tertutup yang ketat antara sensor tekanan jarak jauh (OT), analitik pusat (IT/SCADA), dan aktuator PRV (OT).
- Kontrol Kehilangan Semu (Kehilangan Komersial): Smart meter mendeteksi “Kehilangan Semu” yang disebabkan oleh ketidakakuratan meter atau pencurian. Misalnya, jika meteran mencatat aliran balik (reverse flow), sistem akan memicu alarm instan di sistem penagihan, mengindikasikan potensi tampering (manipulasi meter). Dengan mengintegrasikan data AMI dengan Sistem Informasi Pelanggan (CIS), utilitas dapat melakukan neraca air di tingkat District Metered Area (DMA) secara real-time. Selisih antara air yang masuk ke DMA dan total konsumsi pelanggan di DMA tersebut segera mengindikasikan kebocoran atau pencurian di zona spesifik itu.
Bukti Dampak Global dan Lokal:
- Rogers Water Utilities (AS) berhasil mengurangi NRW dari 18% menjadi 5% menggunakan data real-time dan sensor kebocoran.
- BRK Ambiental (Brazil) mengurangi kehilangan air sebesar 25% melalui pemodelan hidrolik dan pemantauan tekanan.
- Kota Denpasar (Indonesia) menargetkan pengurangan NRW dari 36,5% menjadi di bawah 20% melalui pembentukan DMA otomatis, meskipun menghadapi tantangan interkonektivitas jaringan yang kompleks.
4.2 Pemantauan Kualitas Air dan Optimasi Energi
Sistem terkonvergensi menggunakan sensor multi-parameter online (mengukur pH, kekeruhan, sisa klorin, konduktivitas) yang mengirimkan data terus-menerus ke SCADA.
- Kesehatan Masyarakat: Deteksi dini peristiwa kontaminasi (misalnya, penurunan sisa klorin yang tiba-tiba) memungkinkan respons cepat sebelum air mencapai pelanggan.
- Optimasi Energi: Dalam pengolahan air limbah, agen AI dapat mengoptimalkan kontrol aerasi (blower) berdasarkan kadar amonium real-time. Karena aerasi biasanya menyumbang 50% dari tagihan energi instalasi, penghematan ini sangat signifikan.
4.3 Integrasi Data Bisnis dan Manajemen Aset
Integrasi data OT ke dalam sistem bisnis IT mentransformasi kinerja finansial.
- Akurasi Penagihan: Pilot project di Padang menunjukkan bahwa pembacaan otomatis yang konsisten mengurangi “kejutan tagihan” (bill shock) dan keluhan pelanggan, serta meningkatkan transparansi.
- Manajemen Aset (EAM): Data kondisi dari sistem OT dimasukkan ke dalam perangkat lunak Enterprise Asset Management (EAM). Alih-alih mengganti pipa berdasarkan usia, utilitas dapat menggunakan data “Penilaian Kondisi Pipa” (misalnya, kecepatan gelombang akustik yang mengukur ketebalan dinding pipa) untuk mengganti hanya segmen yang benar-benar terdegradasi. Efisiensi modal ini sangat krusial bagi PDAM dengan anggaran terbatas.
Bab 5: Imperatif Keamanan Siber dalam Infrastruktur Kritis
Seiring runtuhnya “air gap”, permukaan serangan (attack surface) utilitas air meluas secara eksponensial. Konvergensi IT dan OT membawa kerentanan internet langsung ke dalam sistem kontrol kritis infrastruktur air.
5.1 Lanskap Ancaman yang Berkembang
Utilitas air semakin menjadi target baik bagi aktor yang disponsori negara maupun penjahat siber.
- Aktor Negara (Nation-State Actors): Kelompok seperti Volt Typhoon (terkait Tiongkok) dan Sandworm (terkait Rusia) menargetkan infrastruktur kritis untuk memposisikan diri dalam potensi konflik atau menyebabkan gangguan sosial. Kelompok CyberAv3ngers (terafiliasi Iran) secara spesifik menargetkan PLC Unitronics di fasilitas air AS, mengeksploitasi kata sandi default untuk merusak tampilan HMI.
- Ransomware: Kelompok kriminal menyerang jaringan IT untuk mengenkripsi data penagihan, namun karena konvergensi, serangan ini dapat “meluber” ke lingkungan OT, memaksa utilitas untuk mematikan sistem secara manual guna mencegah penyebaran.
Kerentanan Utama:
- OT Warisan: PLC dan RTU lama dirancang tanpa keamanan (tidak ada enkripsi, otentikasi lemah). Mereka sering menggunakan protokol teks jelas (Modbus, Telnet) dan sulit dipatch tanpa menghentikan operasi.
- Koneksi Tersembunyi: Laporan menunjukkan 83% organisasi air memiliki koneksi eksternal yang tidak terdokumentasi ke lingkungan OT mereka.
- Aset Terekspos Internet: Beberapa utilitas secara tidak sengaja mengekspos HMI atau PLC langsung ke internet untuk akses vendor, membuatnya mudah ditemukan melalui mesin pencari perangkat seperti Shodan.
5.2 Regulasi dan Standar Keamanan di Indonesia (BSSN)
Pemerintah Indonesia merespons ancaman ini melalui kerangka regulasi yang ketat di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kerangka Regulasi Nasional:
- Perpres No. 82 Tahun 2022: Tentang Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV). Sektor air dikategorikan sebagai sektor strategis/vital yang wajib dilindungi.
- Peraturan BSSN: Serangkaian peraturan teknis telah diterbitkan, termasuk:
- No. 7/2023 tentang Identifikasi IIV.
- No. 8/2023 tentang Kerangka Kerja Pelindungan IIV.
- No. 1/2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber.
- Utilitas air (Penyelenggara IIV) diwajibkan untuk mengidentifikasi aset kritis mereka, menerapkan kerangka kerja perlindungan, dan membentuk tim tanggap insiden (CSIRT).
- Pemantauan BSSN: BSSN melakukan IT Security Assessment (ITSA) dan memantau anomali trafik. Pada tahun 2024, jutaan anomali terdeteksi, termasuk aktivitas Mirai Botnet yang menargetkan perangkat IoT, yang sangat relevan bagi PDAM yang menggelar smart meter.
Standar Internasional:
- ISO/IEC 27001: Standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Implementasi standar ini di PDAM melibatkan komitmen manajemen puncak, pelatihan rutin, dan audit berkala. Namun, penerapannya pada lingkungan OT memerlukan adaptasi khusus mengingat perbedaan prioritas (Ketersediaan vs. Kerahasiaan).
- NIST Cybersecurity Framework: Sering digunakan sebagai referensi untuk manajemen risiko.
5.3 Strategi Pertahanan Pertahanan Berlapis (Defense in Depth)
Untuk mengamankan lingkungan terkonvergensi, utilitas harus menerapkan strategi pertahanan berlapis:
- Segmentasi Jaringan: Memisahkan jaringan IT dan OT secara ketat menggunakan DMZ (Demilitarized Zone) dan firewall. Model Purdue tetap menjadi referensi arsitektur, memastikan data dapat mengalir ke atas (OT ke IT) namun perintah kontrol tidak dapat mengalir ke bawah tanpa otentikasi ketat.
- Inventarisasi Aset: Alat penemuan otomatis (automated discovery tools) diperlukan untuk memetakan setiap PLC, sensor, dan workstation di jaringan OT. “Anda tidak bisa melindungi apa yang tidak Anda ketahui”.
- Manajemen Identitas (IAM): Beralih dari kata sandi bersama (misal: “Operator1”) ke Role-Based Access Control (RBAC). Integrasi dengan Active Directory memungkinkan manajemen kredensial terpusat, bahkan untuk personel OT.
- Deteksi Ancaman Berbasis AI: Menggunakan alat AI (seperti Darktrace) untuk mempelajari pola “normal” jaringan OT dan mendeteksi anomali (misalnya, PLC diprogram ulang pada jam 3 pagi) yang akan terlewatkan oleh antivirus tradisional.
- Akses Jarak Jauh Aman: Menghilangkan eksposur internet langsung. Menggunakan VPN dengan Otentikasi Multi-Faktor (MFA) atau solusi Zero Trust Network Access (ZTNA) untuk vendor.
Bab 6: Aspek Organisasi, SDM, dan Tata Kelola
Teknologi hanyalah mesin; budaya dan manusia adalah bahan bakarnya. Kegagalan proyek konvergensi OT/IT sering kali bukan disebabkan oleh inkompatibilitas teknis, melainkan resistensi budaya.
6.1 Menjembatani Kesenjangan Budaya IT/OT
Resistensi budaya muncul dari perbedaan pandangan dunia antara personel IT dan OT.
- Pola Pikir OT: “Jika tidak rusak, jangan disentuh.” Mengutamakan stabilitas dan keselamatan. Skeptis terhadap patching atau pembaruan yang dapat mengganggu proses.
- Pola Pikir IT: “Inovasi dan Iterasi.” Mengutamakan keamanan data dan standardisasi. Terbiasa dengan siklus pembaruan cepat.
Strategi Penyelarasan:
- Visi Bersama: Manajemen harus mengartikulasikan tujuan tunggal (misal: “mengurangi kebocoran hingga 20%”) yang membutuhkan kolaborasi kedua tim, bukan membingkainya sebagai “IT mengambil alih OT”.
- Pelatihan Silang: Staf OT perlu dilatih tentang jaringan dan keamanan siber dasar. Staf IT perlu turun ke lapangan untuk memahami realitas fisik seperti water hammer, kurva pompa, dan kritikalitas hidrolik.
6.2 Pengembangan Kapabilitas SDM
Digitalisasi PDAM menuntut jenis pekerja utilitas baru yang memiliki literasi digital.
- Peran PERPAMSI: Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) memainkan peran sentral. Mereka menyelenggarakan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) berjenjang, mulai dari manajemen muda hingga utama, serta pelatihan teknis spesifik seperti SCADA dan manajemen berbasis kompetensi.
- Pelatihan Berbasis Komunitas: PDAM seperti Tirta Jeneberang (Gowa) mengirimkan staf untuk pelatihan “PDAM Pintar” di Bali, yang berfokus pada manajemen smart grid. Ini menunjukkan model pembelajaran peer-to-peer yang efektif di Indonesia.
6.3 Tata Kelola dan Anti-Penyuapan (ISO 37001)
Digitalisasi mendukung upaya anti-korupsi secara langsung.
- ISO 37001: Banyak institusi di sektor air Indonesia (seperti Balai Air Tanah, Perumda Tirta Raharja) menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001.
- Koneksi dengan Digitalisasi: Sistem penagihan otomatis dan smart metering menghilangkan interaksi manusia dalam pembacaan meter, secara drastis mengurangi peluang suap (misalnya, petugas disuap untuk melaporkan konsumsi lebih rendah). Jejak audit digital (digital audit trail) yang dihasilkan oleh sistem IT/OT memberikan bukti tak terbantahkan yang memperkuat kerangka tata kelola.
Bab 7: Lanskap Implementasi di Indonesia (Studi Kasus)
Indonesia menyajikan lingkungan yang unik dan menantang bagi konvergensi OT/IT. Geografi kepulauan, variasi kematangan infrastruktur, dan otonomi daerah menciptakan lanskap adopsi yang heterogen.
7.1 Perumda Tirta Kerta Raharja (Kabupaten Tangerang)
Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR) adalah contoh utama PDAM progresif di Indonesia.
- Komitmen Smart Metering: Utilitas ini berkomitmen menggunakan meteran air digital untuk meningkatkan layanan dan mengurangi NRW. Tingkat NRW mereka tercatat sebesar 15,4%, angka yang sangat baik dan jauh di bawah rata-rata nasional.
- Inovasi AI: Eksplorasi penggunaan AI (YOLOv9) untuk membaca meter analog menunjukkan pendekatan pragmatis terhadap digitalisasi yang tidak bergantung semata pada penggantian perangkat keras mahal.
- Integrasi Infrastruktur: TKR terlibat dalam pengalihan jaringan pipa dan pelanggan ke Perumda Tirta Benteng, yang menyoroti kebutuhan akan sistem data yang interoperabel selama serah terima aset antar-yurisdiksi.
7.2 Perumda AM Kota Padang (Pilot Smart Metering)
Perumda AM Padang bermitra dengan PT Telkom Indonesia untuk proyek percontohan Smart Water Meter with Valve.
- Masalah: Kesalahan penagihan manual, kesulitan akses ke properti pelanggan, dan tunggakan tagihan.
- Solusi: Meter cerdas berbasis NB-IoT dengan kontrol katup jarak jauh menggunakan platform Antares.
- Hasil: Pilot project (100 unit) membuktikan kemampuan untuk menghilangkan bill shock, memungkinkan pelanggan memprediksi biaya bulanan via aplikasi, dan memungkinkan pemutusan layanan jarak jauh untuk kasus non-pembayaran. Ini mengurangi konflik operasional di lapangan dan menekan biaya operasional.
7.3 PAM JAYA (DKI Jakarta)
Sebagai operator di ibu kota, PAM JAYA menghadapi tantangan kompleksitas skala besar.
- Skala dan Kompleksitas: Mengelola jaringan masif dengan sejarah privatisasi (mitra Palyja/Aetra) yang kini kembali ke pengelolaan publik penuh.
- Infrastruktur SCADA: Mengoperasikan sistem SCADA ekstensif di instalasi pengolahan (Pejompongan, Pulo Gadung). Namun, laporan historis menunjukkan tantangan dalam gambar jaringan pipa (as-built drawings) dan kontrol inventaris, yang merupakan prasyarat mutlak untuk implementasi Digital Twin yang efektif.
- Program DMA: PAM JAYA menargetkan NRW 30% pada tahun 2030 melalui program DMA skala besar. Ini melibatkan investasi signifikan dalam sensor dan integrasi dengan sistem pelanggan.
7.4 Tantangan “Smart City” di Makassar dan Denpasar
Konsep Smart Water sering dikaitkan dengan inisiatif Smart City.
- Makassar: Riset menunjukkan bahwa manajemen air bersih sering tertinggal dibandingkan tujuan Smart City lainnya akibat tekanan pertumbuhan populasi dan distribusi yang tidak konsisten. Terdapat kesenjangan antara kebijakan “Smart Environment” dan realitas lapangan.
- Denpasar: Proyek percontohan DMA otomatis di Denpasar menunjukkan janji awal namun terhambat oleh keterbatasan pendanaan dan kompleksitas jaringan yang saling terhubung (inter-connected). Hal ini menegaskan bahwa isolasi hidrolik adalah prasyarat teknis untuk pemantauan digital yang efektif; sensor tidak berguna jika batas zona fisik (pipa/katup) bocor atau tidak jelas.
7.5 Peran Vendor Teknologi Lokal: Bima Sakti Alterra
Perusahaan teknologi lokal seperti Bima Sakti Alterra (BSA) memainkan peran kunci dalam mendigitalkan PDAM di seluruh Indonesia. BSA menyediakan solusi Smart Water Grid Management (SWGM) yang mencakup modul manajemen aset, rantai pasok, dan integrasi IoT. Pendekatan mereka yang menawarkan solusi berbasis layanan (Software as a Service) membantu PDAM mengatasi hambatan biaya investasi awal yang tinggi, serta menyediakan dashboard terintegrasi untuk memantau ribuan sensor secara real-time.
Bab 8: Kesimpulan dan Rekomendasi Strategis
Konvergensi OT dan IT di sektor air bukanlah tren sesaat, melainkan evolusi yang tak terelakkan. Ini adalah satu-satunya jalur yang layak untuk mengelola kompleksitas kelangkaan air, urbanisasi, dan ekspektasi pelanggan di abad ke-21. Bagi utilitas di Indonesia, perjalanan ini memerlukan keseimbangan yang hati-hati: mengejar efisiensi IT secara agresif sambil menjaga keselamatan dan keandalan OT secara religius.
Rekomendasi untuk PDAM dan Pemangku Kepentingan:
- Benahi Dasar-Dasar Fisik: Sebelum berinvestasi pada AI atau Digital Twin, pastikan infrastruktur dasar (SCADA, sensor, dan yang terpenting, isolasi hidrolik DMA) sudah andal. Data digital yang akurat tidak dapat dihasilkan dari jaringan pipa yang kacau.
- Keamanan Sebagai Fondasi: Jangan pernah menghubungkan sistem OT ke internet tanpa arsitektur keamanan yang sesuai dengan standar BSSN (Perpres 82/2022). Terapkan segmentasi jaringan dan manajemen identitas yang ketat.
- Investasi pada Manusia: Alokasikan anggaran untuk manajemen perubahan dan pelatihan SDM, bukan hanya untuk lisensi perangkat lunak dan sensor keras. Kompetensi staf adalah penentu keberhasilan jangka panjang.
- Manfaatkan Kemitraan Strategis: Gunakan model kemitraan dengan penyedia teknologi (seperti Telkom atau vendor SWGM) untuk mengurangi risiko teknologi dan biaya modal awal.
- Integrasi Tata Kelola: Jadikan digitalisasi sebagai alat utama dalam penerapan ISO 37001 (Anti Penyuapan) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
Dengan pendekatan holistik ini, PDAM di Indonesia dapat melompati tahap pengembangan tradisional dan membangun masa depan air yang cerdas, tangguh, dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
- BPX. (n.d.). IT/OT Convergence in the Water & Wastewater Industry. https://news.bpx.co.uk/it-ot-convergence-water-wastewater-industry/
- Sustainability Directory. (n.d.). OT/IT Convergence. https://energy.sustainability-directory.com/term/ot-it-convergence/
- Orise. (n.d.). IT & OT Convergence: A Complete Guide. https://orise.com/it-ot-convergence-explained/
- TXOne Networks. (n.d.). Cyber Threats to Water and Wastewater Sector. https://www.txone.com/blog/cyber-threats-to-water-and-wastewater-sector/
- Digiqt. (n.d.). AI Agents in SCADA & Remote Monitoring for Water Utilities. https://digiqt.com/blog/ai-agents-in-scada-&-remote-monitoring-for-water-utilities/
- Iconics. (n.d.). SCADA & Automation for Water & Wastewater Utilities. https://iconics.com/en-us/Industries/Water-and-Wastewater
- Waltero. (n.d.). IoT Water Utilities: Non Revenue Water Management Strategies. https://waltero.com/blog/water/iot-water-utilities
- Industrial Ethernet Book. (n.d.). IT-OT convergence leverages advanced technology solutions. https://iebmedia.com/technology/edge-cloud/it-ot-convergence-leverages-advanced-technology-solutions/
- High Tide Technologies. (n.d.). Improving Water Quality Through SCADA Automation. https://www.htt.io/learning-center/improving-water-quality-through-scada-automation
- BibLus. (n.d.). SCADA for Water Systems: Technologies, Security, Interoperability. https://biblus.accasoftware.com/en/scada-for-water-systems-technologies-security-interoperability/
- Kota Tangerang. (2024, Januari). Mengenal SCADA, Sistem yang Akan Digunakan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang. https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/39987/mengenal-scada-sistem-yang-akan-digunakan-perumda-tirta-benteng-kota-tangerang
- Tangerang Smart City. (n.d.). Maksimalkan Pelayanan Pada Pelanggan, Perumda Tirta Benteng Lakukan Pelatihan SCADA. https://smartcity.tangerangkota.go.id/dimensi/kategori/detail/maksimalkan-pelayanan-pada-pelanggan-perumda-tirta-benteng-lakukan-pelatihan-scada
- Lampu Hijau. (2024, Januari). Mengenal SCADA, Sistem yang Akan Digunakan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang. https://lampuhijau.id/2024/01/mengenal-scada-sistem-yang-akan-digunakan-perumda-tirta-benteng-kota-tangerang/
- IOT Factory. (n.d.). LORAWAN Water Meter. https://iotfactory.eu/products/iot-sensors/lorawan-water-meter/
- Santrua. (n.d.). LoRaWAN Smart Water Meter with Valve Control for Remote Billing and Shut-Off. https://www.santrua.com/product/lorawan-smart-water-meter-with-valve-control/
- Telkom Indonesia. (n.d.). Telkom Supports Perumda AM Padang Digitalization With Antares IoT Smart Water Meter Technology. https://www.telkom.co.id/sites/news-resources/en_US/news/telkom-supports-perumda-am-padang-digitalization-with-antares-iot-smart-water-meter-technology-1917
- Supply & Engineering for Waterworks. (n.d.). NB-IoT Smart Water Meters. https://www.waterworkseng.com/nb-iot-smart-water-meters.html
- ADD Grup. (n.d.). Ultrasonic water meter NB-IoT/LoRa/WM-BUS. https://addgrup.com/products/ultrasonic-water-meter-nb-iot-lora-wm-bus/
- VisioneerIT. (n.d.). Digital Twin Technology for Predictive Maintenance. https://www.visioneerit.com/blog/digital-twin-and-predictive-maintenance-transforming-maintenance-strategies-with-digital-twin-technology
- Autodesk. (n.d.). Digital Twins for Water Utility Management. https://www.autodesk.com/industry/water/water-digital-twin
- GPRS. (n.d.). How Can a Digital Twin Help Water Management Facilities?. https://www.gp-radar.com/article/how-can-a-digital-twin-help-water-management-facilities
- Smart Water Magazine. (n.d.). Harnessing AI, digital twins, and dynamic master planning to modernise water systems. https://smartwatermagazine.com/blogs/satish-tripathi/harnessing-ai-digital-twins-and-dynamic-master-planning-modernise-water
- ResearchGate. (n.d.). Improving the Efficiency of Water Meter Reading at Perumdam Tirta Kerta Raharja Using Microcontroller-Based Implementation of the YOLOv9 Method. https://www.researchgate.net/publication/396691948_Improving_the_Efficiency_of_Water_Meter_Reading_at_Perumdam_Tirta_Kerta_Raharja_Using_Microcontroller-Based_Implementation_of_the_YOLOv9_Method_Peningkatan_Efisiensi_Pembacaan_Angka_Meter_Air_Perumdam
- Brightpath Associates. (n.d.). Reducing Non-Revenue Water: Proven Strategies for Utility Managers. https://brightpathassociates.com/reducing-non-revenue-water-proven-strategies-for-utility-managers/
- International Water Resources Association. (2018). Smart Water Management for Denpasar City, Bali. https://www.iwra.org/wp-content/uploads/2018/11/2-SWM-TB-Bali.pdf
- Empowering Pumps. (n.d.). technologies Available for Water Utilities to Clamp Down on Non-Revenue Water Loss. https://empoweringpumps.com/mueller-technologies-available-for-water-utilities-to-clamp-down-on-non-revenue-water-loss/
- MDPI Water. (2019, Maret). Real-Time Dynamic Hydraulic Model of Water Distribution Networks. https://www.mdpi.com/2073-4441/11/3/470
- Itron. (n.d.). Non-Revenue Water. https://na.itron.com/what-we-offer/non-revenue-water
- Elisity. (n.d.). EPA Unveils Critical Cybersecurity Planning Tools to Protect Water Systems from Rising Cyberattacks. https://www.elisity.com/blog/epa-unveils-critical-cybersecurity-planning-tools-to-protect-water-systems-from-rising-cyberattacks
- Schneider Electric. (2025, Januari). Increase cybersecurity for our most precious resource: Water. https://blog.se.com/industry/water-and-wastewater/2025/01/02/increase-cybersecurity-for-our-most-precious-resource-water/
- Trustwave. (2025). Convergence of IT/OT. https://www.trustwave.com/hubfs/Web/Library/Documents_pdf/2025_Trustwave_Manufacturing_Convergence_of_IT_OT.pdf
- BPK. (2025). PERATURAN BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA NOMOR 5 TAHUN 2025 TENTANG PETA JALAN PELINDUNGAN INFRASTRUKTUR INFORMASI VITAL SEKTOR A. https://peraturan.bpk.go.id/Download/376071/Peraturan%20BSSN%20Nomor%205%20Tahun%202025.pdf
- Pesisir Barat Kab. (2024). Lanskap Keamanan Siber Indonesia 2024 - BSSN. https://alika.pesisirbaratkab.go.id/files/272/E-BOOK/262/Lanskap-Keamanan-Siber-Indonesia-2024--BSSN.pdf
- CSIRT Kemenpora. (2025). LANSKAP KEAMANAN SIBER INDONESIA. https://csirt.kemenpora.go.id/wp-content/uploads/2025/02/keamanan.pdf
- ResearchGate. (n.d.). Evaluation of ISO/IEC 27001 Framework Implementation for Information Security in Organizations: A Systematic Literature Review. https://www.researchgate.net/publication/393090821_Evaluation_of_ISOIEC_27001_Framework_Implementation_for_Information_Security_in_Organizations_A_Systematic_Literature_Review
- Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika (JATI). (n.d.). IMPLEMENTASI FRAMEWORK ISO 27001 SEBAGAI PROTEKSI KEAMANAN INFORMASI DALAM PEMERINTAHAN (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW). https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/8736
- Darktrace. (n.d.). Cybersecurity for Water Treatment Systems | Challenges & Solutions. https://www.darktrace.com/cyber-ai-glossary/cybersecurity-solutions-for-water-treatment
- PERPAMSI. (n.d.). Pelatihan Program. https://www.perpamsi.or.id/program/pelatihan
- PERPAMSI. (n.d.). Wamendagri Bima Arya Dorong Transformasi Tata Kelola Air Minum. https://perpamsi.or.id/berita/wamendagri-bima-arya-dorong-transformasi-tata-kelola-air-minum
- PDAM Gowa. (n.d.). Pelatihan PDAM Pintar Bima Sakti Altera Dan PD. PERPAMSI di Bali. http://pdamgowa.co.id/berita/pelatihan-pdam-pintar-bima-sakti-altera-dan-pd-perpamsi-di-bali-perumda-air-minum-tirta-jeneberang-kabupaten-gowa-mengirimkan-20-peserta
- Kementerian Keuangan. (2023). Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 pada KPPN Denpasar Tahun 2023. https://www.djpb.kemenkeu.go.id/kppn/denpasar/id/data-publikasi/artikel/3153-buku-saku-smap-iso-37001-2016.html
- Balai Air Tanah. (2024). Sosialiasi Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001 : 2016 Tahun 2024. https://balaiairtanah.com/publikasi/sosialiasi-penerapan-sistem-manajemen-anti-penyuapan-smap-iso-37001-2016/
- Perumda Air Minum Tirta Raharja. (n.d.). Kebijakan Anti Penyuapan. https://www.tirtaraharja.co.id/page/views/kebijakan-anti-penyuapan
- Sucofindo. (n.d.). Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016. https://www.sucofindo.co.id/layanan-jasa/iso-37001-sistem-manajemen-anti-penyuapan/
- Tangerang News. (n.d.). Di Rakor BUMD Air, PERUMDAM TKR Tegaskan Komitmen Penyelenggaraan SPAM Lewat Water Meter. https://www.tangerangnews.com/kabupaten-tangerang/read/49928/Di-Rakor-BUMD-Air-PERUMDAM-TKR-Tegaskan-Komitmen-Penyelenggaraan-SPAM-Lewat-Water-Meter
- JICA. (n.d.). Operation and maintenance of water supply facilities. https://openjicareport.jica.go.jp/pdf/11353471_03.pdf
- SUPRA International. (n.d.). Challenges for Indonesian Water Utilities in Reducing NRW. https://www.supra-international.com/insights/challenges-for-indonesian-water-utilities-in-reducing-nrw
- ResearchGate. (n.d.). SMART ENVIRONMENT: ANALYSIS OF WATER MANAGEMENT POLICY IN MAKASSAR. https://www.researchgate.net/publication/377440962_SMART_ENVIRONMENT_ANALYSIS_OF_WATER_MANAGEMENT_POLICY_IN_MAKASSAR
- Bima Sakti Alterra. (n.d.). Solusi Smart Water Grid Management. https://bsa.id/smart-water-grid-management
- Bima Sakti Alterra. (n.d.). bsa - Solusi Digitalisasi Terpercaya Teknologi Air untuk PDAM. https://bsa.id/berita/solusi-digitalisasi-terpercaya-teknologi-air-untuk-pdam
- PDAM Pintar. (n.d.). Smart Water Grid Management. https://pdampintar.id/blog/promosi/smart-water-grid-management/
- OPSWAT. (n.d.). What is IT/OT Convergence? Exploring Benefits, Challenges and Future Innovations. https://www.opswat.com/blog/what-is-it-ot-convergence
- Waltero. (n.d.). Unified Analytics and Digital Twins in Water Asset Management. https://waltero.com/blog/water/digital-twin-water-utility
- Atlantis Press. (n.d.). Smart Water Management for Optimizing Clean Water Services: Evidence from Perumdam Tirta Daroy Banda Aceh, Indonesia. https://www.atlantis-press.com/proceedings/aisce-25/126019728
- Perumda Air Minum Tirta Raharja. (n.d.). Beranda. https://www.tirtaraharja.co.id/
- Jurnal Bina Bangsa Ekonomika. (n.d.). PELUANG DAN TANTANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA DIGITAL : SEBUAH TINJAUAN. https://jbbe.lppmbinabangsa.id/index.php/jbbe/article/download/509/259
- DJKN Kemenkeu. (n.d.). Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Era Digitalisasi. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-parepare/baca-artikel/17199/Strategi-Pengelolaan-Sumber-Daya-Manusia-dalam-Menghadapi-Era-Digitalisasi.html