Ada kegelisahan yang menggantung setiap kali saya berdiskusi tentang Non-Revenue Water (NRW) atau Air Tak Berekening dengan rekan-rekan PDAM.

Di satu sisi, kita punya ribuan insinyur teknis yang paham betul cara menyambung pipa atau membaca pressure logger. Di sisi lain, kita punya jajaran direksi dan pemangku kebijakan yang sangat peduli pada profitabilitas dan pelayanan.

Namun, seringkali kedua kubu ini tidak “nyambung”.

Orang teknis berbicara tentang Head Loss dan koefisien gesek Hazen-Williams, sementara orang manajemen berbicara tentang Return on Investment (ROI) dan OpEx. Akibatnya, program penurunan kebocoran sering macet. Ia dianggap “proyek teknis” yang menghabiskan uang, bukan “strategi bisnis” yang menyelamatkan perusahaan.

Dari celah kesalahpahaman inilah inisiatif NRW Playbook lahir.

Apa itu NRW Playbook?

NRW Playbook adalah sebuah upaya dokumentasi digital—semacam “kitab saku”—yang saya susun untuk menjembatani jurang pemahaman tersebut.

Ini bukan buku teks akademis yang kaku, juga bukan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang membosankan. Saya menyebutnya sebagai field notes atau catatan lapangan yang distrukturkan.

Visi utamanya sederhana: Mengubah cara kita memandang kebocoran air, dari sekadar “masalah tukang ledeng” menjadi “masalah kedaulatan pelayanan”.

Mengapa Harus Ada Playbook Ini?

Selama bekerja mendampingi berbagai utilitas air, saya melihat banyak ilmu berharga yang tacit (tersimpan di kepala senior) namun hilang begitu saja saat mereka pensiun. Generasi baru masuk, dan mereka harus belajar lagi dari nol lewat trial and error yang mahal.

Buku ini adalah ikhtiar kecil untuk mengawetkan pengetahuan itu.

Ada tiga prinsip desain yang saya terapkan dalam menyusun NRWBook.com:

1. Dua Jalur (Dual Track Approach)

Saya sadar bahwa Direktur Utama tidak butuh tahu cara memasang clamp saddle, dan seorang Supervisor Distribusi mungkin pusing jika langsung disodori analisis NPV (Net Present Value). Oleh karena itu, buku ini dirancang dengan penanda visual khusus:

  • Jalur Manajerial (M): Untuk pengambil keputusan yang butuh big picture.
  • Jalur Teknis (T): Untuk eksekutor yang butuh detail operasional.

2. Relis Bertahap (Progressive Release)

Di era informasi yang overload, merilis buku setebal 200 halaman sekaligus seringkali hanya berakhir di folder “Downloads” yang tak pernah dibuka. Saya memilih pendekatan “Satu Bab per Hari”. Mulai akhir Januari ini, setiap hari pukul 20:00 WIB, satu bab baru akan terbuka. Ini memaksa kita (dan saya sendiri) untuk tidak rakus. Kita baca satu konsep, renungkan, diskusikan, baru lanjut ke konsep berikutnya esok hari.

3. Interaktif dan Hidup

Karena berbentuk web, buku ini hidup. Ada kalkulator neraca air yang bisa Anda mainkan, ada kuis untuk menguji pemahaman, dan diagram yang bergerak untuk menjelaskan konsep yang abstrak.

Undangan Terbuka

Saat tulisan ini saya buat, Playbook ini baru mencapai bab-bab awal yang membahas pondasi: Business Case, Regulasi, dan Audit Neraca Air. Perjalanan masih panjang menuju bab tentang Strategi DMA, Manajemen Tekanan, hingga Active Leak Control.

Saya mengundang Anda—para profesional air minum, akademisi, regulator, maupun pemerhati lingkungan—untuk ikut membaca dan, yang lebih penting, mengkoreksi.

Karya ini jauh dari sempurna. Ia adalah kanvas yang masih basah. Masukan Anda akan membuatnya lebih tajam dan bermanfaat bagi komunitas kita.

Silakan akses sepenuhnya gratis di: 👉 https://nrwbook.com

Semoga ikhtiar ini dicatat sebagai amal jariyah ilmu yang bermanfaat, dan menjadi kontribusi kecil bagi ketahanan air Indonesia.

Selamat membaca.


“Disclaimer: Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan organisasi manapun. Informasi yang disajikan bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional.”