Paradoks Kinerja PDAM: Mengapa BUMD Air Minum Berpredikat 'Sehat' Justru Menyimpan Risiko Kebangkrutan Tersembunyi

Ringkasan Eksekutif Riset ini membongkar anomali struktural dalam tata kelola evaluasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau BUMD Air Minum di Indonesia. Di tengah peningkatan statistik jumlah PDAM berpredikat “Sehat” dalam laporan tahunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terdapat realitas paradoksal: entitas-entitas tersebut justru menyimpan risiko insolvensi laten, stagnasi pengembangan infrastruktur, dan kerentanan ekstrem terhadap guncangan eksternal. Analisis menunjukkan bahwa metodologi saat ini, yang memberikan bobot dominan pada aspek operasional (35%) dibandingkan aspek keuangan (25%), cenderung memberikan insentif pada efisiensi jangka pendek yang semu. Banyak PDAM mencapai skor tinggi melalui pemangkasan biaya pemeliharaan (deferred maintenance) dan penundaan investasi modal (CAPEX), alih-alih melalui optimalisasi pendapatan yang berkelanjutan atau penerapan tarif pemulihan biaya penuh (Full Cost Recovery). Hal ini menciptakan ilusi kesehatan finansial: rasio kas tampak tinggi karena ketiadaan belanja modal, dan rasio operasi tampak efisien karena aset dibiarkan terdepresiasi tanpa penggantian yang memadai. ...

11 Januari 2026, 22:15 WIB · 15 menit · 3117 kata · FD Iskandar
💧

Tira

Asisten Digital fdiskandar.com

⚠️ Disclaimer: Tira adalah eksperimen AI edukasi (public beta). Info yang diberikan bersifat umum, tidak mengikat, dan tidak mewakili institusi mana pun. Detail & Syarat.

Chat dengan Tira

Masuk untuk menyimpan riwayat chat dan mendapat pengalaman yang lebih personal.

Masuk dengan Google

📜 Riwayat Chat

Memuat riwayat...
📧

Dapatkan Insight Mingguan

Artikel terbaik dan update tools langsung ke email Anda. Satu email per minggu, tanpa spam.