Paradoks Kinerja PDAM: Mengapa BUMD Air Minum Berpredikat 'Sehat' Justru Menyimpan Risiko Kebangkrutan Tersembunyi
Ringkasan Eksekutif Riset ini membongkar anomali struktural dalam tata kelola evaluasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau BUMD Air Minum di Indonesia. Di tengah peningkatan statistik jumlah PDAM berpredikat “Sehat” dalam laporan tahunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terdapat realitas paradoksal: entitas-entitas tersebut justru menyimpan risiko insolvensi laten, stagnasi pengembangan infrastruktur, dan kerentanan ekstrem terhadap guncangan eksternal. Analisis menunjukkan bahwa metodologi saat ini, yang memberikan bobot dominan pada aspek operasional (35%) dibandingkan aspek keuangan (25%), cenderung memberikan insentif pada efisiensi jangka pendek yang semu. Banyak PDAM mencapai skor tinggi melalui pemangkasan biaya pemeliharaan (deferred maintenance) dan penundaan investasi modal (CAPEX), alih-alih melalui optimalisasi pendapatan yang berkelanjutan atau penerapan tarif pemulihan biaya penuh (Full Cost Recovery). Hal ini menciptakan ilusi kesehatan finansial: rasio kas tampak tinggi karena ketiadaan belanja modal, dan rasio operasi tampak efisien karena aset dibiarkan terdepresiasi tanpa penggantian yang memadai. ...