Banyak PDAM memiliki aplikasi pelaporan, namun gagal menurunkan tingkat kebocoran. Mengapa? Karena aplikasi seringkali terputus dari eksekusi lapangan. Dokumen ini merancang proses bisnis end-to-end untuk memastikan setiap notifikasi dari "Laporan Kebocoran PDAM" dikonversi menjadi tindakan perbaikan yang terukur.
π The Golden Workflow (Director’s Cut)
Workflow ini telah disesuaikan untuk efisiensi biaya operasional (OPEX) dan minimalisir laporan palsu.
|
|
β±οΈ Service Level Agreement (SLA) & Eskalasi
Target waktu harus punya konsekuensi. Sistem harus mengirim Eskalasi Otomatis jika target meleset.
| Prioritas | Target Respon | Target Selesai | Eskalasi Jika Telat |
|---|---|---|---|
| π₯ Critical | 15 Menit | < 4 Jam | Langsung ke Direktur Teknik |
| β οΈ High | 30 Menit | < 12 Jam | Ke Kepala Bagian Distribusi |
| βΉοΈ Normal | 1 Jam | < 24 Jam | Ke Kepala Seksi |
π Protokol Efisiensi (Hemat Biaya)
Sebagai Direksi, kita harus memastikan Cost per Tiket semurah mungkin.
1. Filter Hoaks (Pre-Screening)
“Mengirim truk tangki/tim gali itu mahal (BBM + SDM)”.
- Aturan: Admin dilarang menerbitkan SPK jika foto buram/tidak jelas.
- Tindakan: Telepon pelapor untuk verifikasi lisan sebelum tim berangkat.
2. Zoning System (Penghematan BBM)
Jangan kirim tim “bola ping-pong” dari ujung utara ke selatan.
- Kumpulkan laporan “Normal” (non-critical) dalam satu zona wilayah.
- Eksekusi sekaligus dalam satu kali jalan (Route Optimization).
3. Insentif Berbasis Poin (Performance Based)
Ubah mindset “Kerja banyak = Capek” menjadi “Kerja banyak = Bonus”.
- Tiap kebocoran High = 5 Poin.
- Tiap kebocoran Normal = 2 Poin.
- Akumulasi poin bulanan dikonversi menjadi Insentif Kinerja Tim URC.
β‘ Instruksi Direksi
"SOP ini bukan hiasan dinding. Mulai besok, setiap Rapat Evaluasi Mingguan, saya minta laporan: Jumlah laporan yang pending > 24 jam. Jika masih ada, Kabag Distribusi harap siapkan alasannya."
Disclaimer: Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis sebagai praktisi profesional dan tidak mewakili sikap atau kebijakan resmi dari institusi/perusahaan tempat penulis bekerja.
Disclaimer: Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan organisasi manapun. Informasi yang disajikan bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional. Untuk keputusan strategis, konsultasikan dengan ahli yang berkompeten.